BREAKING NEWS

Riyono Caping Cek Harga Gabah ke Sawah dan Berdialog Dengan Petani Langsung


Ngawi, Taninews.id - Riyono Caping Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKS, cek harga gabah langsung ke petani di sawah dan berdialog dengan petani dan pedagang langsung disawah saat transaksi jual beli gabah.

Pengecekan dan kunjungan pengawasan yang dilakukan oleh Riyono Caping langsung menuju titik strategis yang berkaitan dengan agenda nasional kedaulatan pangan. Harga gabah dan jagung di petani menjadi titik utama untuk mengetahui sejauh mana kebijakan negara betul - betul di rasakan oleh rakyat.

Riyono Caping mengatakan untuk  harga gabah dan beras di petani harus sesuai dengan atjran Inpres no 4 tahun 2026 yang diterjemahkan dalam peraturan kepala badan pangan no. 14 tahun 2025.

“Harga gabah dan beras di petani harus sesuai dengan aturan dari Inpres no 4 tahun 2026 yang di terjemahkan dalam Peraturan Kepala Badan Pangan no 14 tahun 2025. Rujukan utamanya bahwa harga GKP di petani harus 6.500/kg dengan syarat Kadar air maksimal 25% dan kadar hampa 10%,”  katanya.

Pengawasan kebijakan ini harus di kawal sampai level terbawah yaitu sawah dan petani langsung. Berita dan laporan dari Pemerintah harus di verifikasi oleh legislatif langsung tanpa adanya perantara. 

“Pengawasan langsung kepada petani di sawah waktu panen saya lakukan di Desa Pacing Kec Padas Kab Ngawi. Bertemu petani yang sawahnya sedang panen dan kelihatan di jual langsung kepada pedagang. Dialog dan diskusi soal harga langsung dengan mereka di sawah,” ungkapnya.

Hasil pengawasan dan cek langsung ke sawah oleh Riyono Caping ditemukan data harga GKP (gabah kering Panen) dibeli di sawah 7.700/kg dengan kadar air di bawah 25% melihat fisik gabahnya langsung. Selain itu dialog dengan bakul yang membeli gabah akan dijual ke Bulong langsung. 

“Dialog saya bersama petani dan pedagang membuktikan bahwa harga GKP sudah jauh di atas HAP atau harga Acuan pemerintah senilai 6500, bahkan naik di atas 19% yang artinya ada kenaikan harga yang bagus untuk kesejahteraan petani,” terangnya.

Harga temuan di sawah langsung ini memberikan gambaran hasil panen padi akhir Juni 2025 di Ngawi memiliki harga bagus dan menguntungkan petani. Jika harga 7700/kg maka hasilnya per Ha dengan produksi 7 ton maka petani akan mendapatkan hasil panen 53.900.000 juta. Biaya produksi kisaran 30 juta/ha maka petani masih ada keuntungan minimal 23 juta/ha dalam rentang waktu 3 bulan. 

“Petani saat ini mendapatkan harga gabah paling bagus, petani senang dan bangga menjadi petani untuk kuliah anak dan kebutuhan harian mereka” jelasnya.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar